Kurikulum

 Nama : Putri Alivia Alvi

Nim : 11901226 

Kelas : PAI 6H 

Makul : Magang 2 



1. Pengertian Kurikulum 

Secara etimologi, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu kata curir dan 

currere yang merupakan istilah bagi tempat berpacu, berlari, dari sebuah perlombaan 

yang telah dibentuk semacam rute pacuan yang harus dilalui oleh para kompetitor 

sebuah perlombaan. Dengan kata lain, rute tersebut harus dipatuhi dan dilalui oleh para 

kompetitor sebuah perlombaan. Konsekuensinya adalah, siapapun yang mengikuti 

kompetisi harus mematuhi rute currere tersebut. 

Dalam dunia pendidikan, istilah kurikulum ditafsirkan dalam pengertian yang 

berbeda-beda oleh para ahli. Kurikulum dalam dunia pendidikan seperti kata Ronald C. 

Doll : 

“ Kurikulum sekolah adalah muatan proses, baik formal maupun informal yang 

diperuntukkan bagi pelajar untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman, 

mengembangkan keahlian dan mengubah apresiasi sikap dan nilai dengan 

bantuan sekolah”. Sedangkan Maurice Dulton mengatakan “Kurikulum dipahami 

sebagai pengalaman-pengalaman yang didapatkan oleh pembelajar di bawah 

naungan sekolah”.1

Dari beberapa definisi tersebut kurikulum dapat dimaknai dalam tiga konteks, 

yaitu sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik, sebagai 

pengalaman belajar, dan sebagai rencana program belajar. 

Pengertian kurikulum sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh 

peserta didik merupakan konsep kurikulum yang sampai saat ini banyak mewarnai teori-

teori dan praktik pendidikan. Dalam makna ini kurikulum sering dikaitkan dengan usaha 

untuk memperoleh ijazah, sedangkan ijazah itu sendiri adalah keterangan yang 

menggambarkan kemampuan seseorang yang mendapatkan ijazah tersebut.


2. Teori Kurikulum

Dalam kamus Filsafat yang ditulis oleh Tim Penulis Rosda (1995) dijelaskan 

bahwa Theory adalah : 4

1. Pemahaman akan berbagai hal dalam hubungan universal dan idealnya satu sama 

lain. Lawan dari praktis dan/atau eksistensi faktual. 

2. Dalam pirnsip abstrak atau umum dalam sebuah pengetahuan yang manampilkan 


3. Fungsi Teori Kurikulum 

Dalam kaitan ini, fungsi teori kurikulum maliputi : 

a. Sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan dan me,berikan alternatif secara 

rinci dalam perencanaan kuirkulum. 

b. Sebagai landasan sistematis dalam pengambilan keputusan, memilih, menyusun, 

dan membuat urutan isi kurikulum. 

c. Sebagai pedoman atau dasar bagi evaluasi formatif bagi kurikulum yang sedang 

berjalan. 

d. Membantu orang (yang berkepentingan dengan kurikulum) untuk 

mengidentifikasi kesenjangan pengetahuannya sehingga merangsang untuk 

diadakannya penelitian lebih lanjut.

pandangan yang jelas dan sistematik tentang sebagian dari materi pokoknya, seperti 

dalam teori seni atau teori atom. 

3. Sebuah teori atau model umum, abstrak, dan ideal yang digunakan untuk 

menjelaskan fenomena, seperti dalam teori seleksi alam


4. Landasan Pengembangan Kurikulum

Landasan pengembangan kurikulum pada hakikatnya merupakan faktor-faktor

yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan pada waktu mengembangkan kurikulum

lembaga pendidikan, baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.

Landasan utama dari kurikulum yaitu landasan filosofis (philosophical

assumption), sedangkan landasan yang lainnya yaitu hakikat ilmu pengetahuan

(epistemology), masyarakat dan kebudayaan (society and culuture), individu /peserta

didik (the individual), dan teori-teori belajar (learning theory). Senada dengan pendapat

Robert S. Zais, Ralph W. Tyler (dalam Ornstein dan Hunkins, 1988) mengemukakan

pandangan yang erat kaitannya dengan beberapa aspek yang melandasi suatu kurikulum.

1. Landasan Filosofis

Landasan filosofis mengacu pada pentingnya filsafat dalam melaksanakan,

membina, dan mengembangkan, kurikulum di sekolah. Dalam pengertian umum,

filsafat adalah cara berpikir yang radikal, menyeluruh, dan mendalam (Socrates) atau

suatu cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam-sedalamnya. 

2. Landasan Psikologis

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, sedangkan

kurikulum adalah upaya menentukan program pendidikan untuk mengubah perilaku

manusia. Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh psikologi

sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku itu harus

dikembangkan.

3. Landasan Sosiologis

Landasan sosiologis mengarahkan kajian mengenai kurikulum yang dikaitkan

dengan masyarakat, kebudayaan, dan perkembangan ilmu pengetahuan.

1. Kurikulum dan Masyarakat

Masyarakat adalah suatu kelompok individu yang terorganisasi yang berpikir

tentang dirinya sebagai suatu yang berbeda dengan kelompok atau masyarakat

lainnya. Kurikulum sebagai program atau rancangan pendidikan harus dapat

menjawab tantangan dan tuntutan masyarakat, bukan hanya dari segi isi

programnya tetapi juga dari segi pendekatan dan strategi pelaksanaanya.

Penerapan teori, prinsip, dan hukum yang terdapat dalam semua ilmu pengetahuan

yang ada dalam kurikulum harus sesuai dengan kondisi masyarakat setempat

sehingga hasil belajar yang dicapai siswa akan lebih bermakna dalam hidupnya.

 2. Kurikulum dan Kebudayaan

Kebudayaan pada dasarnya merupakan pola kelakuan yang secara umum

terdapat dalam satu masyarakat. Seluruh nilai yang telah disepakati masyarakat

dapat pula disebut kebudayaan. Kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa, dan karsa

manusia yang diwujudkan dalam tiga hal. Pertama, ide, konsep, gagasan, nilai,

norma, dan peraturan, kedua, Kegiatan dan ketiga Benda hasil karya manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Ajar

MEDIA PEMBELAJARAN

Standar Kompetensi Guru